cool hit counter

PWM DKI Jakarta - Persyarikatan Muhammadiyah

 PWM DKI Jakarta
.: Home > Berita > PROGRAM E-Money MUHAMMADIYAH dengan PERURI DIGITAL SECURITY

Homepage

PROGRAM E-Money MUHAMMADIYAH dengan PERURI DIGITAL SECURITY

Kamis, 06-11-2014
Dibaca: 1567

Penandatangan Nota Kesepahaman (MOU)

Antara Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan PT. PERURI DIGITAL SECURITY

tentang

PELAKSANAAN PROGRAM E-MONEY DI LINGKUNGAN

 PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH

 

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada bulan April 2014 yang lalu disepakati bahwa Muhammadiyah akan segera memasuki era baru dalam model transaksi keuangan yang sudah mulai marak dewasa ini. Muhammadiyah mencetuskan program uang elektronik atau yang familiar disebut e-money.

Tindak lanjut dari rencana program tersebut, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak. Hari ini, Kamis tanggal 6 Nopember 2014 sudah  ditandatangani Nota Kesepahaman untuk pelaksanaan program e-money dimaksud. Dalam hal ini Muhammadiyah akan menggandeng PT Peruri Digital Security (PDS), salah satu anak perusahaan PT PERUM PERURI yang memang khusus bergerak di bidang Jasa Layanan Transaksi Pembayaran Digital dan perangkat-perangkatnya. Penandatanganan ini akan dilakukan di Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 62, Jakpus.

Penandatangan dari pihak Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan langsung dilakukan oleh Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafrudin Anhar, SE, MM didampingi beberapa orang pengurus diantaranya Mukhaer Pakkanna (Wakil Ketua sekaligus juga Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Ahmad Dahlan Jakarta), Ikhwan Ridwan, SH, MH (Wakil Sekretaris), Pedri Kasman (Divisi data dan Informasi), M. Ayub dan lainnya. Sementara dari pihak PT Peruri Digital Security (PDS) akan ditandatangi oleh Bapak Dwi Prasetyo sebagai Direktur. Didampingi Bapak Agus Pahlevi Lembah, Senior Business Consultant dan staff.

E-money dimaksudkan sebagai langkah untuk mendukung dan memperkenalkan financial inclusion, sistem keuangan yang inklusif. Program ini merupakan peran Muhammadiyah dalam rangkakemudahan bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah dalam bertransaksi. E-money ini juga merupakan langkah awal Muhammadiyah mendesain peredaran uang warga Muhammadiyah agar berputar di lingkungan sendiri. Sehingga konsep uang dari, untuk, dan oleh warga Muhammadiyah bisa terwujud.

Jadi, e-money Muhammadiyah ini nantinya dilansir berupa uang komunitas. Pelaksanaannya akan dimulai dari beberapa komunitas amal usaha seperti kampus-kampus, rumah sakit, sekolah dan warga Pimpinan Cabang Muhammadiyah. Segala keuntungan dari proses transaksi e-money ini diarahkan untuk mendukung berbagai keperluan organisasi, peningkatan pelayanan dan kesejahteraan warga Muhammadiyah.

Program ini sekaligus membantu pemerintah Republik Indonesia dalam memasyarakatkan Less Cash Society dandalam upaya mengurangi beredarnya uang palsu karena banyaknya uang kartal yang berdar di masyarakat. Dengan e-money juga akan meminimalisir berbagai sisi negatif dan bahaya kriminal lainnya akibat terlalu banyak uang cash di tangan masyarakat.  

Besarnya jumlah warga dan simpatisan Muhammadiyah yang diperkirakan saat ini mencapai lebih dari 70 (tujuh puluh) juta orang kami pandang sangat mungkin untuk mensukseskan program ini. Warga Muhammadiyah yang sebagian besar adalah termasuk kategori kelas menengah sangat familiar dengan perubahan dan perkembangan teknologi. Warga ini tersebar di hampir setiap lapisan masyarakat dan amal usaha Muhammadiyah seperti perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, pesantren, dan sebagainya. Tercatat setidaknya saat ini Muhammadiyah memiliki ribuan amal usaha, seperti 167 Perguruan Tinggi, 461 Rumah Sakit, klinik, balai pengobatan, lebih dari 1.000 Sekolah Memenengah Atas (SMA, SMK, MA),  67 Pondok Pesantren, 1.800 SMP/MTs, 2.901 SD/MI, 3.370 TK. Amal usaha di bidang ekonomi juga sudah mulai menjamur, diantaranya tercatat 330 koperasi jasa keuangan syariah Biatut Tamwil Muhammadiyah (BTM), 81 koperasi syariah, 22 minimart. Bahkan Muhammadiyah juga ikut sebagai pemegang saham di salah satu Bank Syariah. Di bidang sosial juga tak kalah banyak, tercatat lebih dari 400 panti asuhan dan rumah singgah dengan hampir 30.000 orang anak asuh.

Di sisi lain PT Peruri Digital Security (PDS), kami pandang sangat layak digandeng sebagai mitra dalam mensukseskan program ini. Disamping pengalaman dan kompetensinya sebagai penyedia jasa layanan transaski elektronik, PDS yang merupakan anak perusahaan PERUM PERURI  juga merupakan Badan usaha Milik Negara (BUMN). PDS adalah Perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang Layanan Penyediaan dan Pengelolaan Infrastuktur yang handal, efektif, efisien, dan aman dalam menjalankan Transaksi Pembayaran melalui Smart Card, Pengamanan Transaksi (Certificate Authority), dan Pengamanan Data dan Informasi (Personalisasi).  Jadi program ini bisa disebut sebagai program Muhammadiyah untuk mendukung program pemerintah dan besar bersama-sama dengan Badan Usaha Milik Negara.

Pedri Kasman (Divisi Organisasi,  Data dan Informasi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah) dan Satriawan Tanjung dari MPI PWM DKI Jakarta.


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: EKONOMI



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website